cara merawat tanaman cabe

Cara Merawat Tanaman Cabe Agar Cepat Berbuah

Cara merawat tanaman cabe – Cabe merupakan buah yang sangat diminati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Karena masyarakat Indonesia identik dengan kuliner yang memiliki cita rasa pedas. Maka dari itu ketika harga cabe naik wajar jika masyarakat banyak yang merasa resah.

Cara alternatif yang bisa anda lakukan ketika harga cabe naik, bisa menanam cabe sendiri di rumah dengan melihat panduan lengkapnya di sini.

Ketika anda sudah memiliki sebuah tanaman, tentu harus merawatnya dengan baik dan rutin agar dapat menghasilkan buah yang optimal. Begitu pula dengan tanaman cabe yang sudah anda miliki.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi sedikit cara merawat tanaman cabe yang efisien dan mudah serta menghasilkan buah yang sesuai dengan keinginan anda. Karena percuma, jika punya tanaman kalau tidak dirawat dampaknya buah yang dihasilkan kurang bagus.

Sebelum masuk ke pembahasan, anda harus mengetahui kandungan apa saja yang terdapat pada cabe selain sebagai buah penyedap rasa.

Kandungan Nutrisi Cabe.

Tentu setiap cabe memiliki jumlah kandungan nutrisi yang berbeda-beda sesuai dengan jenis dan ukurannya. Namun pada umumnya sama, hanya kadarnya saja yang berbeda. Adapun kandungan nutrisi cabe secara umum sebagai berikut:

  • Karbohidrat.
  • Kalium.
  • Natrium.
  • Kalori.
  • Protein.
  • Kalsium.
  • Magnesium.
  • Serat.
  • Zat besi.
  • Tembaga.
  • Vitamin C, A, E, K dan B6.

Banyaknya kandungan di atas, membuktikan bahwa cabe juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan yang bisa anda dapatkan dengan mengkonsumsinya sesuai dengan kebutuhan dan kekuatan daya tahan tubuh anda. Karena jika berlebihan juga tidak baik.

Setelah mengetahui kandungan yang terdapat pada cabe, selanjutnya anda masuk pada pembahasan inti yaitu bagaimana cara merawat tanaman cabe yang benar dan efisien, tentu juga menghasilkan buah yang optimal.

Teknik Merawat Tanaman Cabe Secara Praktis.

1. Pemupukan.

pemupukan, cara merawat tanaman cabe

Pixabay.com

Tahap pertama yang harus anda lakukan dan perhatikan pada cara merawat tanaman cabe agar cepat berbuah yaitu pemupukan lanjutan  yang harus dilakukan setelah 2 minggu masa tanam selesai. Hal ini dilakukan agar tanaman cabe tetap terjaga kesuburannya dan tumbuh dengan sempurna dan tepat sesuai masanya.

Karena tanaman cabe pada masa pertumbuhan sangat memerlukan pemupukan yang ekstra dan juga efisien. Berikut penjelasan lebih lanjut:

  • Lakukan pemupukan lanjutan dengan memberinya pupuk organik cair yang disemprotkan atau kocorkan pada batang, daun dan akar.
  • Sebelum mengocorkan pupuk organik cair, lebih baiknya anda memberikan pupuk kandang atau pupuk padat yang sudah siap terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar proses pertumbuhan lebih cepat karena kombinasi antara pupuk organik padat dan cair.
  • Jika menanamnya di pot, lakukan juga penggantian tanah lapisan bagian atas setelah pemupukan.
  • Jika menanamnya di tanah, buatlah lubang di sekitar tanaman untuk tempat pemberian pupuk padat. Lalu tutup kembali dengan tanah setelah pemupukan. Hal ini dilakukan agar tanaman cabe dapat menyerap nutrisi dari pupuk lebih cepat dan mudah sehingga dapat berkembang dan tumbuh dengan baik.
  • Lakukan pemupukan secara rutin setiap 1 minggu hingga 2 minggu sekali di waktu sore hari.
  • Perlu diingat, jangan menggunakan pupuk non-organik karena akan membuat tekstur dan nutrisi tanah menjadi rusak.

2. Penyiraman.

penyiraman, cara merawat tanaman cabe

Pixabay.com

Tahap selanjutnya yang harus anda lakukan pada cara merawat tanaman cabe ini adalah menyiramnya dengan tepat dan rutin. Hal ini bertujuan agar tanaman cabe terhindari dari kekeringan. Berikut penjelasannya:

  • Siramlah cabe dengan air cucian beras, cara ini sangat ampuh dilakukan agar tanaman cepat berbuah lebat.
  • Siramlah tanaman cabe dengan rutin setiap pagi atau sore hari, tergantung cuaca dan kelembaban tanah. Jika musim hujan anda tidak perlu lagi menyiram, kalau musim kemarau anda bisa menyiramnya sebanyak 2 kali dalam sehari.
  • Jika menanamnya di pot, anda harus cermat dalam mengecek kelembaban tanah di dalam pot. Jika tanah mulai kering, harus segera disiram namun jangan berlebihan.
  • Gunakan air untuk menyiram dengan cukup. Pastikan tidak ada genangan air yang tersisa di dalam pot. Tanaman cabe hanya perlu disiram sekedar melembabkan tanah saja.
  • Begitupun tanaman cabe yang ada di tanah, jangan sampai ada air yang menggenang, karena akan membuat akar busuk dan berjamur.
  • Dalam teknik penyiraman sangat tergantung pada suhu kelembaban tanah. Maka dari itu hal yang harus sangat anda perhatikan adalah pengecekan suhu tanah dan suhu udara dengan menggunakan alatnya.

3. Penyiangan.

penyiangan, cara merawat tanaman cabe

pixabay.com

Langkah selanjutnya dalam merawat tanaman cabe agar cepat berbuah yaitu penyiangan, ada yang tahu apa itu penyiangan? penyiangan adalah upaya pembersihan gulma atau rumput yang ada di sekitar tanaman. Teknik ini dilakukan bertujuan agar proses pertumbuhan tanaman cabe tidak terhambat oleh gulma liar yang bisa tumbuh lebih tinggi dengan cepat dari tanaman utama.

Berikut langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam pembersihan gulma:

  • Siapkan peralatan yang akan digunakan antara lain sarung tangan, cangkul dan gunting rumput.
  • Bersihkan gulma di sekitar tanaman terlebih dahulu.
  • Kemudian bersihkan gulma di bedengan secara keseluruhan menggunakan gunting rumput, mulai dari pinggir bedengan, tengah hingga pada saluran irigasi.
  • Gunakan cangkul untuk menggundukan tanah yang erosi dari bedengan.
  • Tanaman cabe di pot lebih mudah dalam proses penyiangan karena gulma yang terdapat lebih sedikit dan tidak setinggi gulma yang ada di lahan.
  • Lakukan penyiangan secara rutin setiap 2 minggu sekali atau ketika gulma sudah terlihat menghalangi tanaman. Hal ini dilakukan agar sinar matahari yang menyorot pada tanaman dengan sepenuhnya.

4. Pemangkasan.

pemangkasan, cara merawat tanaman cabe

pixabay.com

Setelah tahap penyiangan selesai, langkah selanjutnya yang harus anda lakukan yaitu pemangkasan batang dan daun yang sudah tidak produktif lagi. Hal ini dilakukan agar proses pertumbuhan pada batang dan daun tidak terhambat serta agar tanaman cepat menghasilkan buah yang lebat. Tahap pemangkasan ini tidak diberlakukan dalam penanaman jagung.

Untuk melakukan tahapan ini sangatlah mudah, berikut penjelasan lebih lengkapnya:

  • Alat yang harus anda siapkan adalah berupa gunting tanaman.
  • Pertama, perhatikan pucuk daun yang terdapat pada tanaman cabe.
  • Pangkas menggunakan gunting tanaman secara perlahan. Perhatikan cara mengguntingnya dengan cermat, jangan sampai merusak struktur tanaman cabe anda.
  • Potong batang yang sudah tidak produktif.
  • Pangkas daun yang terlihat berwarna kuning sebelum daun tersebut jatuh ke tanah. Hal ini mengantisipasi keguguran daun dengan jumlah banyak.
  • Lakukan pemangkasan setiap satu bulan sekali.

5. Penanggulan Hama dan Penyakit.

hama, cara merawat tanaman cabe

pixabay.com

Dalam teknik merawat tanaman cabe juga perlu memperhatikan dengan teliti hama dan penyakit yang ada pada tanaman cabe anda. Kemudian segera mencegahnya agar tanaman cabe tetap sehat dan tumbuh dengan kondusif. Karena apabila dibiarkan hama dan penyakit akan menyebar luas dengan cepat keseluruh struktur tanaman.

Cara yang harus anda lakukan dalam penanggulan hama dan penyakit ini sebagai berikut:

  • Apabila tanaman cabe terserang hama, semprotkan pestisida nabati pada batang atau daun yang terserang setiap sore hari.
  • Sedangkan jika cabe terserang penyakit seperti pembusukkan pada akar, hal yang harus anda lakukan adalah menyulamnya kembali dengan bibit yang baru. Karena jika dibiarkan tanaman akan mati.
  • Kemudian bila yang terserang pada daun atau batang, cara mencegahnya adalah dengan menyemprotkan cairan obat sesuai dengan penyakitnya.

Demikian pembahasan mengenai cara merawat tanaman yang benar dan efisien. Semoga bermanfaat untuk anda semua dan dapat diaplikasikan dengan baik.

Silahkan dishare bila diperlukan.

Sekian dan terima kasih.

 

Leave a Reply