Pengalaman Menanam Tanaman

Apa kabar hari ini sob? Semoga dalam keadaan sehat selalu. Pada artikel kali ini saya akan membagikan pengalaman menanam tanaman. Kamu juga mungkin mempunyai pengalaman yang serupa.

Simak baik-baik ya sob.

Persiapan lahan.

Sebelum proses penanaman, hal terpenting adalah menyiapkan lahan terlebih dahulu. Mau menanam dimana jika tidak ada lahannya, bener engga sob?

Penanaman untuk skala kebun menggunakan lahan berupa tanah, sedangkan untuk skala rumah saja bisa menggunakan drum bekas atau pot.

Pengalaman yang akan saya bagikan, menanam dengan lahan tanah.

Gambar terkait

lawualamiagrofarming.blogspot.com/

Ketika mengikuti program pertanian dasar, kami di beri tugas oleh mentor untuk mempersiapkan lahannya terlebih dahulu, dengan ukuran bedengan perorang kurang lebih 1,5 meter. Masing-masing orang memiliki 2 bedengan tanah.

Alat yang digunakan berupa cangkul, garpu tanah dan sabit.

Proses pertama dalam pengolahan lahan dimulai dari :

Membersihkan gulma.

Proses pembersihan gulma dilakukan bersama teman-teman dengan menggunakan sabit dan cangkul. Jika tidak dibersihkan maka akan mengganggu proses pembuatan bedengan.

Proses tersebut sangat menguras tenaga karena gulma yang dibersihkan tidak sependek rumput yang berada di lapangan. Melainkan gulma berjenis rumput gajah, memiliki tinggi hingga 2 meter. Lebih tinggi dari tubuh saya. Hehehe…

Canda tawa kami menghilangkan rasa lelah.

Tidak terasa 1 pekan telah berlalu, proses tersebut akhirnya selasai. Kemudian memasuki proses selanjutnya.

Pengukuran lahan.

Peralatan yang digunakan antara lain alat meteran, tali, dan patok dari kayu.

Tali dan patok kayu kami gunakan untuk menandai tanah yang sudah diukur,  tali tersebut dipasang hingga proses pengelohan lahan selesai agar semua bedengan memiliki ukuran yang sama.

Dalam proses ini hanya memerlukan waktu 1 hari saja, tidak lama seperti proses pembersihan gulma.

Lalu kami melanjutkan ke langkah berikutnya.

Proses pemagaran.

Proses ini dilakukan agar lahan terbebas dari hama.

Saya bertanya-tanya.” Memang ada hama kan belum ditanami?”

Mentor menjawab. “ Ada, hama ayam. Hehehe…. “

Canda dan tawa selalu menyertai kami.

Ayam suka bermain dengan tanah yang baru digemburkan, karena mungkin banyak pakan seperti cacing yang menjadi makanan favoritnya. Hehe…. Kayak manusia ajah punya makanan favorit. Padahal cacing sangat berperan penting dalam proses penyuburan tanah.

Pagar yang kami kelola berbahan tanaman yang mudah ditanam dan mempunyai batang yang kokoh. Tanaman tersebut bernama pohon kelor.

Pohon kelor selain memiliki daun yang dapat dikelolah menjadi teh, batangnya dapat digunakan sebagai penopang pagar.

Pohon kelor saja tidak cukup, harus ditambah dengan paranet sebagai dindingnya.

Proses penggemburan tanah.

Sebelum ke tahap tersebut, hal yang perlu disiapkan adalah kompos berbahan dasar kotoran hewan dicampur terycoderma yang sudah mengalami pelapukan kurang lebih 1 bulan.

Garpu tanah dan cangkul menjadi teman kami setiap hari ketika proses penggemburan tanah.

Tanah dicampur dengan kompos kemudian pembentukan bedengan dengan ukuran yang sudah kami ukur sebelumnya. Dilanjut dengan penutupan bedengan dengan mulsa alami.

Mulsa alami adalah penutup bedengan yang terbuat dari gulma yang sudah kering.

Pengolahan lahan saja memerlukan waktu yang panjang, mungkin karena belum terbiasa dengan hal tersebut. Karena kami berasal dari latar belakang yang berbeda.

Persiapan bibit.

Tahap selanjutnya yang kami lakukan setelah pengelohan tanah adalah pemilihan bibit yang akan kami tanam. Setiap orang diwajibkan untuk memilih 3 bibit tanaman dari beberapa bibit yang sudah disediakan.

Bibit yang saya pilih antara lain yaitu jagung manis, timun suri, kacang kedelai.

Persiapan bibit dilakukan dengan perendaman sekitar 4 jam . Hal ini dilakukan supaya bibit aktif dengan yang pasif terpisah. Bibit pasif akan terlihat naik ke permukaan air, sedangkan bibit aktif berada di bawah.

Proses selanjutnya adalah pelubangan pada bedangan dengan menggunakan tongkat berbentuk silinder.

Penanaman.

Kami menggunakan sistem tumpangsari pada proses penanaman.Tumpangsari adalah proses penanaman yang saling menguntungkan antara tanaman utama dengan tanaman pembantu.

Penanaman, sangat menyenangkan bagi kami karena sudah melewati beberapa proses yang menguras tenaga.

Di siang hari dengan terik matahari yang menyengat, setelah proses penanaman usai. Kami membuat acara makan bersama dengan menggunakan daun pisang. Hal tersebut menjadi momen terindah bagi kami yang tak akan terlupakan karena kebersamaan dan kenikmatannya makan menggunakan daun pisang di ladang.

Foto stok gratis tanaman, buram, tanah, pertumbuhan

pexels.com

Penanaman telah usai, tugas kami selanjutnya menyiram tanaman dan mengamati proses berkecambahnya biji. Hari pertama belum terlihat tanda-tandanya, hari kedua pun sama, begitu pula dengan hari ketiga. Rasa takut gagal menanam menghampiri saya, karena milik teman-teman sudah terlihat berkecambah pada hari ketiga.

Padahal cara yang kami lakukan dari awal sama, mungkin terjadi kesalahan ketika pemilihan bibit. Akhirnya saya memutuskan untuk mengulangnya kembali. Tetapi Ketika pemilihan bibit pada hari ke-empat, saya pergi ke ladang melihat sebagian tanaman sudah mulai berkecambah. Hore…

Pemilihan bibit tetap dilanjutkan untuk antisipasi sebagiannya tidak tumbuh atau ada yang mati. Dengan izin Allah saya tidak perlu menanam ulang karena semuanya tumbuh dengan sempurna.

Merawat tanaman.

tanaman penyiraman orang

unspalash.com

Seperti petani pada umumnya setelah menanam harus merawatnya juga agar bertumbuh besar dan menghasilkan buah yang dapat dipanen.

Begitu juga dengan kami.

Hari demi hari kami lewati dengan aktifitas harian sebagai petani. Pada pagi hari ke ladang untuk menyiram tanaman, membersihkan gulma yang menodai bedengan dan membuat kerangka bambu untuk penopang tanaman. Tujuannya agar tanaman tidak tumbang ketika angin besar melanda.

Menjelang sholat dzuhur kami kembali ke asrama untuk persiapan sholat, dan tidur sejenak. Pada sore hari kembali ke ladang menyiramnya kembali.

Sepekan sekali kami menyiramnya dengan air yang tercampur pupuk organik cair. Fungsinya agar nutrisi tanaman terpenuhi sehingga tumbuh dengan maksimal. Pupuk tersebut berasal dari urin kelinci.

Penyiraman POC dilakukan sampai pembuahan tiba. Ketika sudah tiba, menggantinya dengan pupuk buah organik yang terbuat dari hasil fermentasi buah-buahan busuk dicampur dengan air kelapa, air pati beras dan juga terycoderma.

Dalam merawat tanaman juga perlu diperhatikan hama yang menghambat pertumbuhan tanaman.

Antisipasi pemberantasan hama bisa dilakukan dengan penyemprotan pestisida nabati atau kimia.

Jika ingin membuat pestisida nabati, bisa meniru resep yang kami buat berbahan daun pepaya, daun mimba dan putih telur / lidah buaya.

bahan tersebut sangat efektif mencegah datangnya hama.

Selamat mencoba sob.

Tanaman berbuah.

Close-up of Fruits Hanging on Tree

pexels.com

Jika tanaman memasuki fase ini, tandanya petani itu berhasil merawatnya.

Kami sangat senang ketika melihat tanaman berbuah. Bertanda bahwa usaha yang kami lakukan dari awal hingga proses perawatan tidak sia-sia melainkan membuahkan hasil. Tanaman sudah berbuah bukan berarti langkah kami berhenti.

Perlu pengoptimalan buah dengan memberinya pupuk agar yang dihasilkan sempurna. Walau ketika panen tiba hasil tersebut tidak untuk dijual, melainkan untuk dinikmati sendiri. Karena penanaman yang kami lakukan adalah proses pembelajaran.

Panen.

 

berbagai foto sayuran

unsplash.com

Masa yang sangat dinanti oleh para petani.

Pada fase pembuahan, belum tentu semuanya dapat dipanen seretak. Seperti tanaman saya, ada beberapa buah yang belum matang dan ada beberapa yang cacat.

Sudah bisa panen rasanya senang sekali. Karena perjuangan bercocok tanam sudah dilalui.

Hasil yang kami panen diantaranya jagung manis, kacang kedelai, semangka, kacang tanah, timun suri, pare dan terong panjang. Semua diolah menjadi makanan.

Begitulah kira-kira pengalaman saya.

Semoga bermanfaat.

Jika ada tutur bahasa yang salah mohon maaf ya sob.

Silahkan berkomentar dengan kritik maupun saran.

Leave a Reply